Mandiri Bantah Kena Pembobolan ATM

Mandiri Bantah Kena Pembobolan ATM

- detikFinance
Minggu, 24 Jan 2010 15:07 WIB
Mandiri Bantah Kena Pembobolan ATM
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membantah ikutan jadi korban pembobolan ATM seperti yang terjadi pada sejumlah bank pada pekan lalu. Perseroan mengaku belum menerima keluhan nasabah yang kehilangan saldonya.

"Sampai saat ini, tidak laporan kehilangan uang nasabah," ujar Direktur Teknologi dan Operasi Bank Mandiri Sasmita saat dihubungi detikFinance, Minggu (24/1/2010).

Sasmita mengatakan, laporan terkait keluhan nasabah yang diterima perseroan bukan terkait pembobolan ATM, melainkan kasus-kasus wajar yang biasa terjadi. "Keluhan-keluhan lain, pasti kami selalu terima, dari tertelan kartu, uang yang tidak keluar karena tertekuk, dan sebagainya. Namun semua itu dapat selesai dalam 2 hari kerja," kata Sasmita

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, perseroan menyatakan akan tetap memantau aktivitas transaksi nasabah, khususnya melalui jaringan ATM. Fokus ini didasarkan atas banyaknya kasus penarikan uang oleh sindikat terhadap sejumlah nasabah di beberapa bank besar di Indonesia, seperti BRI, BCA, BNI 46, Bank Permata, dan BII.

Manajemen akan melakukan pengecekan dan penelusuran terhadap laporan dari nasabah, termasuk aduan kehilangan dana di dalam rekening. Namun sampai saat ini, Bank Mandiri tetap menyakini bahwa, tidak ada laporan atas penarikan uang secara ilegal oleh pelaku kejahatan perbankan.

Sebelumnya, bank pelat merah ini juga disebutkan menjadi salah satu bank yang nasabahnya menjadi korban pencurian uang, melalui duplikasi kartu ATM.

Berdasarkan laporan yang diterima Polda Bali, terdapat satu nasabah Bank Mandiri yang rekeningnya dibobol. Nasabah tersebut, tercatat kehilangan uang bersama 29 nasabah dari bank lain. Mereka yang melapor diantaranya, nasabah BCA 15 orang, Bank Permata 9 orang, BNI 4 orang, dan Bank ING 1 orang.

Selain di Bali, ada pula dua nasabah Bank Mandiri yang kehilangan dana simpanan mereka, di Padang dan Bogor. Nasabah perseroan di Padang, kehilangan Rp 13 juta. Sedangkan nasabah yang berdomilisi di Bogor, kehilangan Rp 7 juta.

Β 

Β 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads