Anwar: Melemahnya Rupiah Hanya Sementara
Kamis, 22 Apr 2004 16:36 WIB
Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution menilai melemahnya nilai tukar rupiah hanya sementara. Alasannya, secara fundamental tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pelemahan rupiah tersebut. Selain itu melemahnya rupiah lebih banyak disebabkan oleh menguatnya dolar AS akibat membaiknya kondisi perekonomian negara adidaya tersebut."Saya kira rupiah bergejolak tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena secara fundamental memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini hanya berlangsung sementara," kata Anwar usai penyerahan Bank Danamon, BII dan Bank Permata dari BPPN di gedung B BI, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2004).Dijelaskan Anwar, saat ini dolar AS memang mengalami penguatan cukup signifikan terhadap sejumlah mata uang. Menurutnya, pelemahan itu tidak hanya terjadi pada rupiah, tapi juga melanda mata uang lain seperti yen Jepang. "Tapi secara umum tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ekonomi kita cukup bagus dan pemilu juga berjalan lancar," imbuhnya.Nilai tukar rupiah sepanjang pekan ini terus tertekan terhadap dolar AS. Bahkan pada pembukaan perdagangan Kamis pagi tadi, rupiah sempat menyentuh level Rp 8.653 per dolar AS. Hal itu akibat menguatnya dolar AS setelah terhembus kabar bank sentral AS akan menaikkan suku bunga.
(ani/)











































