The Fed Naikkan Suku Bunga, Tak Berdampak Langsung ke RI

The Fed Naikkan Suku Bunga, Tak Berdampak Langsung ke RI

- detikFinance
Kamis, 22 Apr 2004 16:47 WIB
Jakarta - Rencana bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga, tak membuat otoritas moneter khawatir. Bank Indonesia (BI) menilai rencana itu tidak akan berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi, rencana itu baru spekulasi dan belum jelas kapan akan diterapkan."Semua tergantung Alan Greenspan (Gubernur The Fed-red). Kalau di AS suku bunga dinaikkan, apa itu langsung juga terjadi di sini, tentu tidak, karena kondisi di Amerika berbeda dengan kita," kata Deputi Gubernur Senior BI, Anwar Nasution, usai penyerahan Bank Danamon, BII dan Bank Permata dari BPPN di gedung BI, Jakarta, Kamis (22/4/2004).Dijelaskan Anwar, selama tingkat inflasi dan nilai tukar rupiah bisa dikendalikan, serta perbankan bisa menunjukkan tingkat kesehatan yang berarti, maka masih terbuka kemungkinan bagi BI untuk menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Saat ini, SBI masih berada di level 7,33 persen dan angka tersebut dinilai masih cukup tinggi untuk kawasan ASEAN.Tingkat inflasi Indonesia yang berada di level 5 persen membuat real interest rate saat ini mencapai 2 persen. "Ini cukup tinggi jadi masih ada kebijakan BI untuk berbuat sesuatu. Jadi tidak serta merta AS menaikkan suku bunga kita juga naikkan. Baju Greenspan itu tidak cocok dengan saya," kata Anwar bertamsil.The Fed sendiri, lanjut dia, berencana menaikkan suku bunga untuk menghindari terjadinya overheating guna mengurangi investasi dan konsumsi swasta. Pasalnya, ada kemajuan yang cukup berarti bagi perekonomian AS dimana defisit semakin kecil dan pengangguran berkurang. "Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, maka untuk menghindari overheating, AS menaikkan suku bunganya," demikian Anwar Nasution. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads