Demikian diungkapkan BI dalam bukunya yang berjudul 'Menyingkap Tabir Seluk Beluk Pengawasan Bank' yang dikutip, Rabu (27/1/2010).
"Bila membuka lembar hitam sejarah perbankan nasional, kehancuran banyak bank di tahun 1997 adalah karena begitu besar campur tangan pemilik bank kepada jajaran direksi," kata buku tersebut.
Dalam bukunya itu, BI mengatakan, bila ada sebuah bank dinyatakan gagal dan ditutup, maka mesti dilihat secara jernih akar penyebabnya. Setidaknya menurut BI ada 2 sumber masalah.
Pertama karena faktor internal bank. Pada bagian ini bisa saja terjadi tindak kecurangan yang dilakukan pengurus bank atau pemegang saham pengendali (PSP) yang memanfaatkan tangan direksi. Atau karena salah urus (mismanagement ). Bisa juga karena kekeliruan penetapan strategi yang membawa konsekuensi kerugian pada bank.
Lalu kedua adalah karena perkembangan faktor eksternal yang di luar kendali manajemen bank.
Dalam bukunya, BI berusaha mengatakan, sehebat apapun sistem pengawasan bank, tetap tidak bisa menjamin tidak akan ada bank gagal dan terhindar dari likuidasi.
(dnl/dnl)











































