Darmin: Penutupan Bank Akibat Pengelola Tak Becus
Jumat, 23 Apr 2004 14:26 WIB
Jakarta - Dirjen Lembaga Keuangan Depkeu Darmin Nasution menegaskan penutupan bank bukan disebabkan karena tidak adanya kepercayaan nasabah. Namun lebih disebabkan ketidakberesan manajemen dalam mengelola bank. "Bank ditutup bukan karena nasabah tak percaya, tapi pengelolanya melakukan tindakan yang macam-macam ," kata Darmin di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (23/4/2004).Dia juga mengakui setiap kali ada penutupan bank pemerintah selalu dirugikan karena harus melaksanakan program penjaminan. "Kalau negara rugi memang iya, tapi penjaminan dibuat supaya nasabah percaya pada perbankan," ujarnya.Ditanya apakah pemerintah akan segera mencabut program penjaminan karena banyak kasus penutupan bank disebabkan kecerobohan pengelola, Darmin enggan berkomentar. "Kita akan bicarakan, saya hanya bisa usulkan untuk dibicarakan lagi. Kapan penjaminan dikurangi, lebih baik tanya ke Menko Perekonomian saja," kata Darmin.Pengikatan AsetDarmin juga menyatakan Bank Indonesia (BI) saat ini terus melakukan pengikatan aset-aset dari Bank Dagang Bali (BDB) dan Bank Asiatic. Aset BDB yang sudah diikat mencapai Rp 240 miliar dan Bank Asiatic Rp 300 miliar. "Pengembalian dana penjaminan pertama-tama dari aset-aset bank, bukan aset pemilik. Kalau aset bank kurang, baru aset pemilik," katanya.Darmin juga menegaskan jika dinilai secara nominal aset kedua bank itu tampaknya bisa menutup dana penjaminan yang harus dikeluarkan pemerintah Rp 2,3 triliun. Namun dia tak bisa memastikan apakah hasil penjualannya bisa senilai itu. "Nominalnya sih cukup. Tapi hasil penjualannya berapa, kita belum tahu," tuturnya. Dia mengatakan untuk mengikat aset-aset pemilik saat ini sudah tak ada lagi landasan hukum untuk meminta pemilik melakukan penantanganan PKPS/APU sebagaimana yang dilakukan BPPN. Oleh karenanya BI akan mengingkat dengan kerangka hukum yang lain.
(nit/)











































