Direktur Aset Manajemen Bank Mandiri Abdul Rachman menyatakan pihaknya telah mendapat mandat salam kredit sindikasi senilai US$ 865 juta, untuk pembangunan Pabrik Kaltim-5.
"Ada beberapa bank, sama bank-bank biasanya, kayak BRI, BNI, BCA," ungkapnya di Graha Sawala Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Menurut Abdul Rachman, umumnya kredit sindikasi hanya akan menutupi maksimal 70% dari total dana proyek yang dibutuhkan. Bank Mandiri sendiri saat ini masih melakukan perhitungan mendetil berapa besar dana yang sebenarnya dibutuhkan.
"Dari situ baru kita bicara lagi perhitungannya (kredit yang akan dikeluarkan Mandiri). Belum deal, sekarang lagi evaluasi total cost ," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Hidayat Nyakman menambahkan, Bank Mandiri akan memberikan kredit terkait proyek tersebut sebesar Rp 3,5 triliun.
"Pinjaman itu 40 persen dalam rupiah, 60 persen dolar AS," ungkap Hidayat.
Pabrik Kaltim-5 tersebut ditargetkan untuk dapat berproduksi pada tahun 2013, dengan kapasitas produksi 2.500 ton amoniak per hari serta 3.500 ton urea per hari.
Pabrik Kaltim-5 memiliki kapasitas produksi urea sebesar 1,15 juta ton/tahun dengan konsumsi gas bumi sebesar 80 MMSCFD. Di samping menggunakan gas bumi sebagai bahan baku, Pabrik Kaltim-5 juga akan menggunakan batu bara sebagai energi (boiler ).
"Dengan batu bara ini maka diharapkan akan lebih hemat," kata Hidayat.
(nia/dnl)











































