"Kalau pajak kita paling rapi bayar pajak, waduh, sedih juga kita dibilang menunggak pajak, sedih kita," kata Direktur Utama PT Bukopin Glen Glenardi saat ditemui disela-sela acara pembukaan pameran Feed The World, di JCC, Jumat (29/1/2010).
Glen mengaku sangat kaget terkait pengumuman tersebut. Padahal kata dia, perseroan sangat patuh membayar pajak. Namun ia menduga masalah ini berawal dari permasalahan double tax (pajak berganda) terkait dibentuknya unit usaha syariah (UUS) oleh Bukopin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan jika perhitungannya berdasarkan hal tersebut, maka seharusnya bank-bank lain yang saat ini memiliki UUS juga bakal masuk dalam daftar.
"Saya pikir bukan hanya Bukopin kalau soal itu, saat ini mengalami hal yangn sama. Jadi bukan penunggakan pajak," katanya.
Dirjen Pajak Tjiptardjo dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI kemarin menyampaikan 100 penunggak pajak terbesar. Dalam daftar tersebut, terdapat sejumlah bank, diantaranya adalah Bank Bukopin.
(hen/qom)











































