Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan NIM perbankan nasional sampai dengan akhir Januari 2010 tercatat turun sebesar 0,15% dari 6,24% pada bulan Desember 2009 menjadi 6,08% pada Januari 2010.
"Hal ini dikarenakan banyak bank-bank swasta yang memberikan bunga lebih rendah dari minggu-minggu sebelumnya. Mungkin juga mereka mulai memberikan kredit justru," ujar Muliaman usai RDP dengan Komisi XI DPR-RI, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (02/0/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai kesepakatan, masih kita lihat dalam perjalanannya saya kan katakan, kita sedang concern lebih pada penurunan bunga kreditnya, kenapa tidak turun-turun," tuturnya.
Mengenai penurunan NIM, BI akan membiarkan hal tersebut berjalan apa adanya dengan kata lain tidak akan dipatok. "Jadi kalau lending (kredit) sudah jalan lagi sebetulnya otomatis NIM akan turun," tambahnya.
Muliaman menjelaskan untuk negara Indonesia dalam sejarahnya NIM berada di kisaran 5%-6%. "Tapi negara tetangga yang sudah maju kisarannya 3%-4%, tetapi yang jelas saat ini NIM itu bukan sesuatu yang kita khususkan, yang penting lending jalan," ungkapnya.
(dru/dnl)










































