Industri Pengolahan Penyerap Kredit Terbesar Bank BUMN

Industri Pengolahan Penyerap Kredit Terbesar Bank BUMN

- detikFinance
Rabu, 03 Feb 2010 13:01 WIB
Industri Pengolahan Penyerap Kredit Terbesar Bank BUMN
Jakarta - Sektor industri pengolahan menjadi penyerap terbesar dari total kredit yang disalurkan 4 bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tahun 2009. Sektor industri itu menyerap sekitar 24,2 persen dari total kredit.

"Sektor usaha yang terbesar menyerap fasilitas kredit dari bank bumn adalah sektor industri pengolahan 24,2 persen," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Ia mengatakan, sektor industri kedua terbesar yang menyerap kredit bank plat merah yaitu sektor perdagangan, restoran dan hotel sebanyak 19,8 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, sektor terkecil yang menyerap kredit bank BUMN adalah sektor jasa sosial/masyarakat yang hanya 0,8 persen.

Berikut rincian penyerapan kredit bank BUMN oleh sektor industri: pertanian 9,3 persen, pertambangan 4,7 persen, listrik gas dan air 3,8 persen, konstruksi 4,6 persen, pengangkutan pergudangan dan komunikasi 8 persen, jasa dunia usaha 7,9 persen dan lain-lain 16,8 persen.

Pada kesempatan yang sama, Chief Risk Officer PT Bank Mandiri Tbk Sentot Sentausa mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian terhadap 25 sektor industri dengan melihat berbagai aspek. Dari hasil kajiannya ada tiga kriteria, yaitu menarik, netral dan waspada.

Terdapat dua industri yang masuk kategori menarik, yaitu batubara dan gas. Industri itu dinilai menarik karena memiliki potensi pasar dalam negeri yang solid. Sebagai salah satu sumber energi, peran sektor ini akan meningkat dengan membaiknya kondisi ekonomi.

Terdapat 16 industri yang masuk kategori netral, diantaranya telekomunikasi, rokok, semen, minyak, makanan dan minumamn, otomotif, perkebunan lainnya, transportasi laut, CPO, retail, wholesale, plastik, farmasi, listrik, konstruksi dan pertambangan nikel.

"Outlook ekonomi yang saat ini sedang resesi atau slow down menyebabkan prospek beberapa industri ini menurun," katanya.

Selain itu terdapat 7 industri yang masuk kategori waspada. Industri tersebut adalah pulp and paper, perhotelan, tekstil dan produksi tekstil, kayu dan hasil kayu, petrokimia olefin, multifinance dan properti.

"Industri yang masuk kategori waspada umumnya memiliki ketergantungan terhadap pasar ekspor atau konten impor yang tinggi," imbuhnya.

Saat ini pemerintah memiliki 4 bank, yaitu Bank Mandiri, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads