Laba BRI Tumbuh 15% di 2009

Laba BRI Tumbuh 15% di 2009

- detikFinance
Rabu, 03 Feb 2010 14:30 WIB
Laba BRI Tumbuh 15% di 2009
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pertumbuhan laba bersih hingga 15% di tahun 2009. Selain itu kredit BRI juga tumbuh sebesar 22% pada tahun yang sama.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Keuangan BRI, Sudaryanto Sudargo usai RDP dengan Komisi VI di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu (03/02/2010).

"Laba tumbuh baik di 2009, yakni meningkat rata-rata 10% hingga 15%. Sementara itu pertumbuhan kredit sendiri tumbuh hingga 22%," ujar Sudaryanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryanto menambahkan kredit tahun 2010 ditargetkan akan tumbuh hingga 20%. "Porsinya penyaluran kreditnya tetap 80% untuk UMKM dan 20% di kredit korporasi," ungkapnya.

BRI sendiri optimistis kredit korporasi bisa tumbuh hingga 20% ditahun 2010. Hal tersebut dikarenakan banyaknya proyek infrastruktur pemerintah yang akan dibiayai oleh perseroan.

Selain itu, untuk suku bunga kreditnya BRI telah menurunkan sejak bulan Juni 2009 sebesar 50 bps. "Suku bunga kredit kami sudah turun 3 kali sejak Juni 2009. Kisaran bunga kredit kita berada di 12%," tambahnya.

Karena, lanjut Sudaryanto suku bunga kredit berbeda-beda. "Korporasi saja suku bunga kreditnya sebesar 12% tetapi ada juga yang 9,75% di segmen lain. Tergantung masing-masing segmennya," tambahnya.

Untuk Margin Bunga Bersih (NIM/Net Interest Margin) BRI, menurut Sudaryanto, juga sudah turun. "Dari 11% saat ini berada di 9% posisi per akhir Desember 2009," tuturnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, mengenai NIM BRI masih akan ada ruang lagi untuk turun.

BRI Bidik KUR Rp 8 Triliun di 2010

Sementara tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 8 triliun. "Dari total target pemerintah sebesar Rp 20 triliun, BRI akan menyalurkan KUR sebesar Rp 8 triliun," ujar Direktur BRI, Bambang Supeno.

Ia mengatakan, BRI yang semula dipatok Rp 12 triliun untuk menyalurkan KUR merasa keberatan atas usul dari pemerintah tersebut.

"Kita minta yang seimbang, kan ada banyak bank yang menyalurkan KUR. Maka seharusnya dibagi-bagi, walaupun memang BRI lebih besar namun jangan juga sampai Rp 12 triliun," ungkap Bambang.

Menurutnya, banyak bank-bank lain yang hanya ikut menyalurkan KUR namun tidak optimal. "Istilahnya hanya syarat saja karena diwajibkan pemerintah. Pasalnya banyak bank-bank yang hanya menyalurkan kredit KUR cuma sebesar Rp 1 triliun atau bahkan ada yang hanya Rp 300 miliar," tutur Bambang.

Bambang menegaskan kewajiban KUR ini hendaknya dipikul bersama-sama oleh bank yang ditunjuk secara merata. "Jangan terlalu njomplang atau berbeda jauh besarannya," tegas Bambang.

Untuk suku bunganya, kredit KUR sudah dipatok oleh pemerintah dan per 12 Januari 2010 kemarin sudah ada penurunan. "Untuk KUR sektor mikro dari 24% menjadi 22%," jelasnya.

Sedangkan untuk sektor ritel, suku bunganya turun dari 16% ke 14%. BRI optimistis target tersebut akan tercapai. "Karena sudah ada peraturan baru dari Komite KUR," katanya.

Peraturan tersebut, sambung Bambang misalnya dalam hal sistem informasi debitur (SID). Nasabah yang tadinya tidak boleh mengambil KUR jika mereka sudah pernah mengambil kredit seperti KPR, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) bahkan kartu kredit dihapuskan sehingga bisa memperoleh dana KUR.

"Untuk itu kita optimistis dapat tercapai target Rp 8 triliun," pungkasnya.
Β 
(dru/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads