Stategic Sale atau Secondary Offering
Divestasi Saham BNI Hanya 30 %
Selasa, 27 Apr 2004 13:13 WIB
Jakarta - Pemerintah merencanakan hanya akan menjual saham pemerintah di Bank BNI maksimum 30 persen baik melalui strategic sale maupun secondary offering. Angka ini lebih rendah dari rencana semula yang akan menjual 51 persen saham BNI melalui strategic sale."BNI hanya akan sampai 30 persen. Ini berbeda dengan rencana semula yang akan dilakukan lewat strategic sale hingga 51 persen," kata Deputi Meneg BUMN bidang restrukturisasi Mahmuddin Yasin saat raker dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/4/2004).Pemerintah sendiri, lanjut Mahmuddin, saat ini masih menunggu hasil restrukturisasi internal BNI yang diharapkan bisa tuntas pada semester I tahun 2004 ini. Dengan demikian, katanya, divestasi BNI bisa dilakukan pada Semester II 2004. Mengenai divestasi lanjutan Bank mandiri yang dilakukan dengan cara placement, Mahmuddin menambahkan bahwa pemerintah berharap bisa memperoleh hasil yang optimal karena saat ini pasar modal sedang bulish. Diharapkan, angka penjualan 10 persen saham Bank Mandiri melalui divestasi lanjutan ini bisa menyamai nilai 20 persen saham Bank Mandiri yang diperoleh pada saat IPO. Divestasi MerpatiSementara mengenai divestasi Merpati Airlines, Mahmuddin mengungkapkan caranya akan dilakukan melalui penerbitan saham baru hingga 51 persen. Tujuanya adalah untuk memperkuat permodalan karena saat ini Merpati tidak lagi bankable akibat terlilit utang. Sementara pemerintah berkeinginan menyelamatkan sekitar 4000 karyawan Merpati. Merpati sendiri setidaknya butuh Rp 300-400 miliar untuk memperkuat keuangannya. Menurutnya, jika pemerintah menjual 51 persen saham baru Merpati, maka dipastikan saham pemerintah yang sebelumnya 100 persen akan terdilusi hingga tinggal 40 persen saja.
(qom/)











































