OCBC Singapura Masuk, NISP Siap Jadi Bank Nasional

OCBC Singapura Masuk, NISP Siap Jadi Bank Nasional

- detikFinance
Rabu, 28 Apr 2004 12:57 WIB
Jakarta - Bank NISP berharap dengan masuknya investor baru yakni OCBC Singapura bisa mempercepat upaya perseroan untuk menjadi bank nasional seperti yang disyaratkan API (Arsitektur Perbankan Indonesia). "Kita berharap dengan masuknya OCBC Singapura sebagai pemegang saham dan mitra strategis akan mempercepat kesiapan Bank NISP menjadi bank nasional seperti persyaratan API," kata Predir Bank NISP Pramukti Surjaudjaja dalam jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (28/4/2004).Pramukti menjelaskan, dengan modal Bank NISP sekitar Rp 1,9 triliun, pihaknya butuh waktu 7 tahun jika kondisi perusahaan berjalan seperti saat ini untuk menjadi bank nasional. Namun, dengan masuknya OCBC diharapkan waktu yang dibutuhkan lebih singkat sehingga modal Bank NISP bisa mencapai Rp 10 triliun.Sementara CEO OCBC David Conner menambahkan, pihaknya siap menyuntikkan dana segar ke Bank NISP jika perusahaan tersebut membutuhkan. "Kami siap memasukkan dana segara ke Bank NISP jika diperlukan," tegas David.Masuknya OCBC Singapura ini menurut Pramukti, tidak akan mengubah segmen pasar dari Bank NISP yakni UKM dan consumer banking. OCBC Singapura tercatat membeli 22,5 persen saham Bank NISP melalui pemegang saham PT Surya Putera Rahardja dan dari publik dengan nilai sekitar Rp 602 miliar atau dengan harga 2,5 kali nilai buku pada saat perjanjian jual beli 23 Maret 2004 lalu.Chairman OCBC Cheong Choong Kong mengatakan, investasinya di Bank NISP kali ini sudah dilakukan pada waktu yang tepat kendati pemilu masih berlangsung. "Bagaimanapn pasar Indonesia merupakan target yang menarik," tegasnya.Untuk kinerja Bank NISP Kuartal I 2004 tercatat laba bersih naik 104 persen menjadi Rp 55,73 miliar dibanding kuartal I 2003 yang sebesar Rp 27,35 miliar. Pendapatan bunga bersih juga naik menjadi Rp 144,9 miliar dibandingkan dengan sebelumnya Rp 85,9 miliar. Dana pihak ketiga sebesar Rp 10,624 triliun naik dibanding sebelumnya Rp 9,062 triliun. CAR meningkat menjadi 15,48 persen 12,64 persen dengan LDR 83,84 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads