Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
"Jumlah ini 167,77% dari target indikatif pemerintah yang sebesar Rp 3 triliun. Jumlah pemesanan yang tidak disetujui sebesar Rp 715,9 miliar karena melampaui batas penjualan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rata-rata pembelian investor adalah Rp 466,24 juta, dengan minimal pembelian Rp 5 juta dan maksimal pembelian Rp 25 miliar.
"Yang paling menguntungkan dari Sukri ini, pajak bunganya hanya 15% sedangkan deposito itu sebesar 20%," ujarnya.
Pemerintah menawarkan instrumen investasi sukuk ritel kepada masyarakat dengan kupon atau imbal hasil sebesar 8,7% per tahun.
Sukuk Ritel seri SR-002 ini mempunyai tenor 3 tahun. Tanggal penerbitan 10 Februari 2010 dan jatuh tempo pada 10 Februari 2013. Minimum pemesanan suku ritel adalah sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya. Pemerintah tidak menentukan besaran maksimum pemesanan.
Pembayaran kupon sukuk ritel ini akan dilakukan tanggal 10 setiap bulannya mulai 10 Maret 2010.
(dnl/qom)











































