BNI Bukukan Laba Rp 764 Miliar

Triwulan I 2004

BNI Bukukan Laba Rp 764 Miliar

- detikFinance
Rabu, 28 Apr 2004 17:39 WIB
Jakarta - Bank BNI hingga triwulan I 2004 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 764 miliar. Namun angka ini masih lebih rendah 11,6 persen dibanding posisi triwulan I 2003. BNI sendiri menargetkan bisa meraup laba bersih sepanjang 2004 ini sebesar Rp 3 triliun.Demikian disampaikan Dirut BNI Sigit Pramono dalam jumpa pers di Gedung BNI, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Rabu, (28/4/2004). Sigit sendiri didampingi jajaran direksi BNI.Turunnya laba bersih tersebut, kata Sigit, disebabkan oleh adanya kebijakan penyisihan atas kualitas aktiva produktif (PKAP) yang meningkat hingga 402 persen. ?Tapi jika dilihat pendapatan sebelum penyisihan sebetulnya pendapatan kita naik 39,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,? kata Sigit.Penyisihan PKAP yang tinggi tersebut, lanjut Sigit, sama sekali tidak terkait dengan tagihan letter of credit (L/C) BNI kepada Texmaco Grup yang dijamin oleh BPPN sebesar 66,7 juta dolar AS.?Ini bagian dari kebijakan manajemen untuk lebih prudent. Jadi tidak ada kaitannya dengan Texmaco karena L/C tersebut dijamin oleh BPPN. Texmaco bukan terkait dengan kredit tapi transaksi L/C. Ini beda,? kata dia.BPPN sendiri Rabu, sore ini, akhirnya melunasi tagihan L/C Texmaco Grup kepada Bank BNI sebesar 66,7 juta dolar AS. Tagihan tersebut sebelumnya lebih tinggi. Hanya saja, setelah dilakukan set off dengan kewajiban BNI kepada BPPN sebesar 22 juta dolar AS, maka nilai tagihan BNI tinggal 66,7 juta dolar AS.Sementara itu, mengenai pendapatan bunga bersih tercatat Rp 1,66 triliun atau naik Rp 587 miliar atau 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini disebabkan oleh penurunan beban bunga akibat strategi funding untuk menjaga keseimbangan sumber dana mahal dan sumber dana murah.Mengenai Dana Pihak Ketiga (DPK), Sigit memaparkan, mengalami peningkatan 5,9 persen atau sekitar Rp 5,4 triliun menjadi Rp 97,3 triliun. Di mana giro mengalami kenaikan 29,5 persen, tabungan naik 22,1 persen dan deposito turun 14,6 persen.Sedangkan untuk pinjaman mengalami peningkatan Rp 9 triliun atau 23,3 persen menjadi Rp 47,7 triliun. Adapun rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 19,1 persen, kredit bermasalah (NPL) 4,43 persen, NPL nett 1,14 persen, LDR sebesar 49,08 persen, ROA tercatat 2,41 persen, ROE sebesar 29,51 persen, NIM 5,45persen, dan cost income ratio sebesar 36,25 persen. Sementara ekuitas tercatat Rp 10,7 triliun atau naik 18,4 persen dan obligasi pemerintah tercatat Rp 9,7 triliun atau turun 19,3 persen. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads