Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
"Berdasarkan volume pemesanan, dari Rp 8,03 triliun pegawai swasta mempunyai porsi 34,07%, wiraswasta 23,69%, ibu rumah tangga 15,46%, PNS 11,81%, TNI/Polri 0,22%, dan profesi lainnya 14,76%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara berdasarkan wilayah, jumlah investor sukri ini terbanyak berdomisili di DKI Jakarta yaitu 41,59%, lalu wilayah Indonesia Barat selain Jakarta 52,41%, Indonesia Tengah 4,4%, dan Indonesia Timur 1,6%.
Penjualan Sukuk Ritel (sukri) seri SR-002 laris manis diserbu masyarakat Pemerintah menyerap penawaran SUKRI hingga Rp 8,03 triliun atau 184,69% di atas target awal 18 agen penjual yang sebesar Rp 4,35 triliun.
Pemerintah menawarkan instrumen investasi sukuk ritel kepada masyarakat dengan kupon atau imbal hasil sebesar 8,7% per tahun.
Sukuk Ritel seri SR-002 ini mempunyai tenor 3 tahun. Tanggal penerbitan 10 Februari 2010 dan jatuh tempo pada 10 Februari 2013. Minimum pemesanan suku ritel adalah sebesar Rp 5 juta dan kelipatannya. Pemerintah tidak menentukan besaran maksimum pemesanan.
Pembayaran kupon sukuk ritel ini akan dilakukan tanggal 10 setiap bulannya mulai 10 Maret 2010.
(dnl/qom)











































