Demikian disampaikan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto saat jumpa pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
"Kita minta Dirjen Kekayaan Negara untuk menambahkan terus underlying assets," ujar Rahmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sukuk ritel, lanjut Rahmat, jika dimungkinkan penambahan maka akan diterbitkan pada kuartal IV-2010. Begitu juga dengan global sukuk yang diperkirakan akan terbit pada akhir semester I-2010 atau awal semester II-2010.
"Kita ada sukuk reguler, private placement, sukuk ritel yang setahun sekali. Kita lihat apa perlu menambahnya, seandainya perlu maka diterbitkan pada kuartal IV. Global sukuk ancer-ancernya akhir semester I atau awal semester II, kalau bisa sebelum puasa," jelasnya.
Rahmat mengatakan target netto penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dalam APBN 2010 adalah sebesar Rp 104 triliun. Namun target bruto pemerintah dalam menerbitkan SBN sebesar Rp 175,5 triliun.
Namun, penambahan penerbitan SBN, lanjut Rahmat, tergantung daya serap pasar untuk masing-masing instrumen, kebutuhan kita untuk mengembangkan pasar, dan jumlah aset yang tersedia.
"Itu mix (campur) antara SUN dan SBSN (sukuk), jadi kalau sudah kita terbitkan maka kita harus menerbitkannya lagi secara reguler," ujarnya.
(nia/dnl)










































