Akses Kredit ke Bank Makin Sulit

Akses Kredit ke Bank Makin Sulit

- detikFinance
Selasa, 09 Feb 2010 11:19 WIB
Akses Kredit ke Bank Makin Sulit
Jakarta - Para pengusaha menilai akses kredit ke bank semakin sulit selama periode kuartal IV-2009. Salah satu penyebabnya adalah suku bunga kredit yang masih tinggi dan persyaratan kredit yang rumit.

Demikian Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dikutip detikFinance dari situs BI, Selasa (9/2/2010). Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan survei triwulanan terhadap sekitar 2.400 perusahaan di seluruh Indonesia dan dipilih secara purposive sampling.

Berdasarkan data SKBU tersebut, Saldo Bersih (SB) untuk pengusaha yang merasakan akses kredit bank semakin sulit mengalami kenaikan sebesar 5,02% dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat turun 3,02%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rincian dari jawaban responden soal akses kredit adalah:
  • Responden menyatakan sulit: 20,97%.
  • Responden menyatakan biasa: 63,07%
  • Responden menyatakan mudah: 15,95%.
Beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya akses kredit ke bank berdasarkan survei tersebut adalah:
  • Suku bunga kredit (35,51% responden)
  • Persyarakatan kredit yang terlalu rumit (22,46% responden)
  • Ketersediaan jaminan (21,01%)
  • Kebijakan bank (12,32%).
Berdasarkan SKBU tersebut, responden juga semakin merasa optimistis selama triwulan IV-2009. Berdasarkan jawaban responden, sebanyak 36,28% responden menyatakan situasi bisnis triwulan III-2009 dalam kondisi baik, 57,27% responden menyatakan dalam kondisi yang cukup baik, 6,45% responden menyatakan dalam kondisi yang buruk.

Responden juga memperkirakan situasi bisnis dalam 6 bulan mendatang akan lebih baik dengan optimisme yang meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kondisi ini terlihat dari SB sebesar 46,71% pada hasil survei di triwulan IV-2009 dibandingkan dengan 43,09% pada hasil survei di triwulan III-2009.

Sebanyak 49,62% responden memperkirakan situasi bisnis 6 bulan ke depan akan lebih baik dari kondisi saat ini, 47,46% responden menyatakan sama dan 2,92% responden menyatakan lebih buruk. (qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads