DPR Dukung Merger BNI-Permata Sebelum Divestasi

DPR Dukung Merger BNI-Permata Sebelum Divestasi

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2004 14:56 WIB
Jakarta - Sub Komisi Perbankan Komisi IX DPR menyambut baik rencana merger BNI dan Bank Permata sebelum dilakukan divestasi. Alasannya, dengan merger sebelum divestasi, dipastikan hasil divestasi akan jauh lebih tinggi yakni bisa mencapai sekitar Rp 5,5-6 triliun."Kalau mendengar dari pandangan kawan-kawan mereka merespon dengan positif. Kalau hasil merger dua bank itu dijual sahamnya sebesar 30 persen, hasilnya diperkirakan Rp 5,5-6 triliun. Kalau dijual terpisah, maka di bawah itu," kata Ketua Sub Komisi Perbankan, Anthony Z. Abidin, saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2004).Anthony juga berharap merger tersebut, bisa memperkuat perbankan nasional. "Jangan sampai perbankan nasional dikuasai oleh asing, walaupun mengacu pada Arsitektur Perbankan Indonesia diharapkan ada perbankan di Indonesia yang bisa bersaing di tingkat ASEAN," imbuhnya.Sementara itu, Direktur Utama BNI Sigit Pramono di tempat yang sama menjelaskan, merger BNI dengan Bank Permata merupakan kajian internal pihaknya yang perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait dari BNI maupun Bank Permata.Sigit juga meyakini jika merger dilakukan terlebih dahulu sebelum divestasi maka nilai divestasinya akan meningkat. Dari sisi konsumen juga akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Sedangkan dari sisi karyawan, akan meningkat kesejahteraannya. "Tapi ini tentunya tergantung dari pemerintah sebagai pemilik saham kedua bank ini," kata Sigit.Ia menambahkan, jika pemerintah menginginkan masuknya dana segar, hal itu sangat dimungkinkan karena setelah dilakukan merger maka saham hasil merger juga akan didivestasi sehingga pemerintah akan mendapatkan pemasukan uang tunai.Ketika disinggung mengenai rencana divestasi saham BNI sebesar 30 persen, menurut dia, sebenarnya sejak awal pemerintah berencana melakukan divestasi BNI lewat secondary public offering sebesar 30 persen, walaupun kemudian ada gagasan lewat strategic sale sebesar 51 persen.Namun menurut Sigit, pemerintah tampaknya akan kembali pada pilihan semula untuk mendivestasi saham pemerintah di BNI sebesar 30 persen. Diharapkan, divestasi ini bisa dilaksanakan pada pertengahan Juli atau September 2004.Apakah merger dan divestasi bisa dilakukan serentak tahun ini? "Jika legal merger-nya dapat segera keluar maka divestasi diharapkan bisa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," demikian Sigit Pramono. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads