Demikian disampaikan Ketua Umum Asbanda Winny Erwindia Hasan di sela-sela Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asbanda X di hotel Le Meredien, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
"Kredit outstanding kita sampai Desember Rp 220 triliun. Akan naik 20% tahun ini," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terjadi kenaikan secara terus menerus dari tahun ke tahun. Ini bukti peluang BPD untuk tumbuh tetap besar," jelasnya.
Ditambahkan Winny, penyaluran kredit tahun 2010 akan bergeser ke Kredit Usaha Rakyat (KUR), setelah sebelumnya fokus BPD mengarah ke Kredit Multi Guna. BPD akan selalu mendorong agar masyarakat dapat mengambil dana kredit produktif yang telah disiapkan.
"Bunga kredit produktif tentu lebih kecil dibanding kredit multi guna. Ini kan pencairan dana APBD, hingga penyaluran kredit tetap dilihat dari proyek yang diajukan," ucapnya.
Sementara itu, DPK dari seluruh BPD diharapkan bisa naik 20% pada tahun 2010 ini, dari posisi akhir tahun lalu Rp 297 triliun menjadi Rp 356 triliun. Posisi sampai November 2009, jumlah DPK tercatat Rp 168 triliun.
"Kredit akhir tahun lalu lebih pesat, bisa lebih 80% dibanding posisi November 2009. Apalagi akan banyak long deposit, hingga pertumbuhan DPK akan terus ada. Kita juga punya produk baru tapi sebenarnya lama, yaitu Simpeda. Untuk mengenalkan lebih lanjut dengan DPK yang dikelola BPD, kami lakukan undian per 6 bulan. Tak kenal kan tak sayang," imbuhnya.
(wep/dnl)











































