"Bank Mandiri menginvestasi US$ 85 juta untuk bidang IT, pengembangan IT dan security system," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo di sela-sela acara Temu Nasional Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Agus mengatakan penguatan IT ini juga bagian dari upaya mencegah kasus-kasus kesalahan sistem, seperti yang pernah dialami di kantor Cabang Bank Mandiri di Pare-Pare Sulawesi Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan masalah kesalahan teknis merupakan suatu yang lazim. Mengingat sistem IT juga dibuat oleh manusia, tidak pernah ada yang sempurna.
"Sekarang kita confidence dengan sistem kita," tegasnya.
Seperti diketahui kasus Alimin di kantor Cabang Bank Mandiri Pare-Pare Sulawesi Selatan sempat menghebohkan pada November 2008 lalu. Dimana Alimin yang hanya mengaku memiliki tabungan sebesar Rp 5 juta, tiba-tiba setelah di-print out buku tabungannya mencapai Rp 13 triliun.
(hen/dnl)










































