Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, masalah-masalah itu adalah belum dikeluarkannya peraturan menteri keuangan soal penjaminan pemerintah, pembiayaan dana alutsista multiyears dan dibolehkannya institusi departemen pertahanan sebagai debitur perbankan.
"Kalau itu bisa dikeluarkan dan adanya jaminan pemerintah, kita akan lebih siap untuk itu," kata Agus saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau itu sudah keluar baru kita tahu mana yang feasible," katanya.
Sebelumnya Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan bahwa Bank Mandiri dan BRI menjadi lead konsorsium dalam rangka pembiayaan revitalisasi industri pertahanan. Pembiayaan tersebut diharapkan bisa memberikan dan meningkatkan pemesanan (order) peralatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dibutuhkan oleh TNI/Polri kepada BUMN-BUMN strategis seperti PAL, Pindad, DI dan lain-lain.
(hen/ang)











































