Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, Jamsostek menyimpan dana di Century sebagai kelanjutan dari dana mereka yang sebelumnya disimpan di Bank CIC.
"Waktu itu kami investasi tahun 2004 sebesar Rp 293,2 miliar. Dari kajian kami di direktorat investasi, itu menunjukkan tahun 2007 Bank Century adalah bank yang sehat. Nah itu alasan kami," ujarnya dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya ambil yang sudah jatuh tempo. Jadi tidak diperpanjang. Di akhir 2008, dana dari Rp 255 miliar tersisa Rp 112,1 miliar. Jadi sampai awal Januari 2009. Lalu jatuh tempo lagi pada awal Oktober 2009 dan sisanya sampai sekarang Rp 8,7 miliar," katanya.
Cerita yang mirip juga dituturkan Direktur Utama Telkom Renaldi Firmasyah. Dia mengatakan, menurut evaluasi yang dilakukan Century merupakan bank yang sehat karena rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 16% di Desember 2007.
"Hampir mirip dengan Jamsostek, kita menarik dana yang jatuh tempo menjadi tidak perpanjang. Memang tidak ditarik, hanya menunggu jatuh tempo. Besarannya pada Rp 165 miliar sampai Oktober 2009, dan semuanya ditarik jadi sudah bersih semua," ujarnya di dalam rapat tersebut.
Sementara Dirut Asabri Adam R. Damiri mengatakan, Asabri juga lagi-lagi menilai Bank Century merupakan bank sehat, karena itu Asabri menempatkan dananya mulai September 2007 sampai November 2008 berturut-turut sampai Rp 18,5 miliar.
Adam mengatakan dirinya adalah Dirut baru yang tidak mengetahui penempatan dana tersebut, namun dia bisa memaparkan alasan manajemen terdahulu.
"Sebelum pimpinan menempatkan dana di Bank Century, Asabri menanyakan ke pimpinan bank ini, ini adalah uang prajurit jadi bukan uang perusahaan. Seandainya menempatkan di sini, jika dibutuhkan suatu saat bisa ditarik, kapan pun tanpa kena penalti," jelasnya.
"Melihat ada gelagat tidak baik pada November 2008 maka kita minta ambil dana kita berdasarkan realisasi dari surat pernyataan tersebut. Dari awal Desember 2008 dana ditarik Rp 2 milar berurutan sampai 19 Desember 2008 sebesar Rp 18,5 miliar. Semua sudah balik," imbuhnya.
Demikian juga dengan Wijaya Karya, Dirut perseroan Bintang Perbowo mengatakan per September 2008 laporan keuangan Bank Century dinyatakan sehat dengan CAR 15,7%.
"Karena bunganya juga menarik, kita menyimpan dalam bentuk deposito. Menempatkannya itu dua kali pada tanggal 3 dan 28 September 2008, jadi ada Rp 20 miliar. Akhir September 2008 kami tidak memperpanjang, tapi ditarik. Jadi sejak akhir 2008 tidak ada lagi dana di Bank Century," tuturnya. (dnl/qom)











































