Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, Jamsostek akan mendirikan perusahaan reasuransi untuk memitigasi risiko perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta. Rencananya, perusahaan reasuransi tersebut akan berada di bawah holding Jamsostek dengan nama Jamsostek Incorporated.
"Ini merupakan project plan kami untuk mengembangkan holding Jamsostek. Jamsostek Incorporated nantinya akan terdiri dari lima fokus utama yakni investasi, kesehatan, bank, service management dan reasuransi itu sendiri," ujar Hotbonar usai Rapat dengan Komisi IX DPR, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (11/02/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, lanjut Hotbonar, untuk fokus holding di investasi sendiri, perseroan akan membentuk Jamsostek Investment Company (JIC) dimana akan menangani seluruh penyertaan, invetasi anak perusahaan Jamsostek yang tidak terkait dengan bisnis inti.
"Selanjutnya fokus dalam bidang kesehatan, kita akan mengakusisi Nayaka (layanan kesehatan) yang mempunyai tujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta Jamsostek," kata Hotbonar.
Ia juga menjelaskan mengenai fokus untuk service management, Jamsostek akan mengembangkan perusahaan jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dengan mengakuisisi PT Nakertrans. "Kita sebelumnya memang telah memiliki PT Bijak (PJTKI milik Jamsostek) dan rencananya akan mengakusisi PT Nakertrans untuk memperluas pasar," tambahnya.
Untuk bank-nya sendiri, Jamsostek berencana mengakusisi 51% bank umum syariah. "Karena sebelumnya kita telah mempunyai sekitar 10% di Bank Syariah Bukopin, mungkin yang akan menjadi fokus untuk diakusisi ya di bank tersebut," ungkapnya.
Namun, Hotbonar melanjutkan, pembentukan holding tersebut masih terbentur di Kementerian BUMN. "Kita belum diberikan waktu untuk mempresentasikannya di Kementerian BUMN. Jadi pembentukan ini hanya tinggal masalah waktu saja," tandasnya.
(dru/dnl)











































