BI: Intermediasi Rendah Karena Perbankan Masih Konsolidasi

BI: Intermediasi Rendah Karena Perbankan Masih Konsolidasi

- detikFinance
Jumat, 30 Apr 2004 10:29 WIB
Jakarta - Gubernur BI Burhanuddin Abdullah menyebutkan, salah satu faktor penyebab rendahnya intermediasi perbankan ke sektor riil karena secara internal perbankan masih menjalankan proses restrukturisasi dan konsolidasi."Secara internal, proses restrukturisasi dan konsolidasi baik institusi maupun industrinya telah mempengaruhi efektifitas pelaksanaan fungsi intermediasi perbankan. Perbankan menjadi sangat konservatif akibat trauma tingginya NPL dan anjloknya permodalan akibat depresiasi dan negatif interest margin dari kredit macet." Demikian pidato Burhanuddin saat menjadi pembicara kunci pada seminar peran BI dalam mendorong pertumbuhan sektor riil di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (30/4/2004).Selain itu, kata Burhan, perbankan pada umumnya juga masih dihadapkan dengan berbagai kelemahan operasional maupun sistem internal kontrol yang sebenarnya merupakan esensi dari proses konsolidasi yang dilakukan.Burhanuddin menambahkan, kondisi ini semakin berlanjut dengan adanya perubahan strategi dari pihak otoritas dalam penanganan bank yang bermasalah yaitu secara tegas akan menutup bank yang kinerja dan tingkat kesehatannya buruk.Dari aspek eksternal, lanjut Burhan, pada masa setelah krisis, umumnya permintaan kredit cenderung turun akibat masih rendahnya aktifitas investasi dan kondisi pasar yang belum bergairah. Sementara secara mikro perusahaan-perusahaan sektor riil tengah berupaya melakukan restrukturisasi utang guna mengurangi debt to equity ratio dan beban pembayaran bunga yang meningkat pada saat krisis. Ditegaskan Burhanuddin, BI akan terus berupaya menciptakan kondisi makro ekonomi yang stabil dengan jalan mencapai inflasi yang rendah, nilai tukar yang stabil dan tingkat suku bunga yang rendah agar tersedia ruangan yang cukup bagi ekspansi kegiatan pembiayaan ke sektor riil. Untuk jangka pendek, lanjut Burhan, BI telah menyiapakan 3 langkah konkrit untuk mensinkronkan kesenjangan yang terjadi antara sektor makro dan mikro. Pertama, memperkuat struktur kelembagaan perbankan. Kedua, melakukan survey dan penelitian mengenai potensi dan kondisi sektor industri dan usaha yang layak untuk dikembangkan. Ketiga, BI bersama dengan pemerintah mencoba untuk menciptakan framework jaring pengaman sektor keuangan yang pada dasarnya sangat penting bagi stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads