Hal ini diakui oleh Pimpinan Bank Century Bali Tan Siau Lan Ani dalam acara pertemuan Pansus Century dengan BI Denpasar dan Bank Century Bali di Kantor BI, Jalan Tjok Agung Tresna, Denpasar, Bali (12/2/2010).
"Terjadi rush tapi belum melakukan proses pengembalian karena tidak ada uang. Jadi belum bisa bayar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Century dihadiri nasabah dan keluarga mereka datang ke kita. Itu cukup tidak nyaman dan repot melayani," ujarnya.
Pada pertemuan tersebut, terjadi perbedaan pendapat antara Pansus Century yang dipimpin oleh Wakil Ketuanya Gayus S. Lumbuun dengan Kepala Kantor BI Denpasar Jeffery Kahirupan.
Pansus menilai, Bank Century Bali tidak meresahkan, namun BI dan Bank Century menilai sebaliknya.
Jeffrey menjelaskan kondisi Bank Century Denpasar pada tahun 2008. Saat itu jumlah aset Bank Century Denpasar mencapai Rp 150 miliar, jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 42 miliar, kredit Rp 120 miliar, Loan to Deposit Ratio (LDR) 176%. Sementara per akhir 2009, jumlah aset Rp 330 miliar, DPK Rp 70 miliar, dan kredit Rp 121 miliar.
Melihat data ini, Anggota Pansus dari Fraksi PPP Ahmad Yani menilai Bank Century tidak mempunyai pengaruh signifikan di Bali. "Tidak Sistemik dan meresahkan," katanya.
Namun Jeffrey menjawab, dilihat dari besarnya LDR, terlihat Century berpengaruh secara mikro. "Betul angka kecil tidak signifikan, tapi secara mikro karena LDR 176%, cukup besar bagi kredit. Dengan LDR 176%, Century agresif menyalurkan kredit," ujarnya.
(dnl/qom)











































