Bailout Awal Century Rp 632 Miliar Sesuai Rapat KSSK

Bailout Awal Century Rp 632 Miliar Sesuai Rapat KSSK

- detikFinance
Jumat, 12 Feb 2010 15:33 WIB
Bailout Awal Century Rp 632 Miliar Sesuai Rapat KSSK
Jakarta - Dana suntikan bailout atau Penyertaan Modal Sementara (PMS) tahap pertama kepada Bank Century diberikan sebesar Rp 632 miliar, sesuai dengan mekanisme rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan bukan sebuah konspirasi.

"Jadi bukan intervensi ataupun konspirasi, Bank Indonesia (BI) memang meminta dana PMS untuk memenuhi CAR (Rasio Kecukupan Modal) 8% adalah sebesar Rp 1,77 triliun. Mereka (BI) menggunakan data per 20 November 2008 dimana angka tersebut (Rp 1,77 triliun) sudah termasuk untuk menutupi SSB fiktif," papar mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (12/02/2010).

Lalu, lanjut Raden, KSSK hanya memberikan Rp 632 miliar karena menggunakan data per 31 Oktober 2008 yang belum memasukan jumlah besaran angka untuk menutupi SSB fiktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya salah persepsi saja, BI tidak paham mengenai mekanisme Rapat KSSK. Dalam rapat KSSK harus dibahas mengenai besaran dana talangan untuk menyelamatkan Bank Century," ungkap Raden.

Ia menambahkan, KSSK tetap menggunakan data per 31 Oktober 2008 dimana untuk memperbaiki CAR sebesar 8% dibutuhkan dana talangan sebesar Rp 632 miliar.

"BI memang mengajukan Rp 6,5 triliun untuk keseluruhan, namun dalam mekanisme rapat KSSK tidak bisa menggunakan data sementara per 20 November 2008. Karena mereka (BI) juga memastikan bahwa data yang mereka sampaikan per 20 November 2008 hanyalah sementara," jelasnya.

Lebih lanjut Raden mengatakan, angka Rp 632 miliar dijelaskan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dimana nantinya masih ada kemungkinan akan bertambah seiring dengan kebutuhan likuditas Bank Century.

"Jadi memang diputuskan dalam rapat KSSK, tidak bisa menggunakan data sementara dari BI per 20 November 2008 tersebut," tandasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads