BI Telusuri Penyebab Tingginya NIM Perbankan

BI Telusuri Penyebab Tingginya NIM Perbankan

- detikFinance
Jumat, 12 Feb 2010 18:38 WIB
BI Telusuri Penyebab Tingginya NIM Perbankan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan membuat aturan mengenai margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang saat ini tercatat masih tinggi.

"Biaya operasionalnya itu yang mau kita lihat. Nanti kita lihat apa yang membuat kita itu NIM-nya lebih besar. Apa overhead cost-nya atau SDM baru dari sana kita bikin aturan," ujar Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (12/02/2010).

Namun bank sentral tidak akan mematok tingkat NIM dikisaran angka tertentu. Darmin mengatakan jika sebuah bank NIM-nya dipatok maka akan menyulitkan bank tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kita tidak akan patok berapa NIM ideal itu tidak boleh. Nanti akan ada bank yang mati karena ada bank yang memang lebih mahal biayanya karena dia retail dan besar," paparnya.

Darmin mencontohkan, masih ada beberapa bank yang menerapkan premi risiko, biaya kelebihan (overweight) dan profit yang tinggi. Contohnya beberapa bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang masih memiliki NIM cukup tinggi dibandingkan NIM dari bank BUMN lainnya.

"NIM Bank BRI kan tinggi. Tentunya kita tidak bisa menurunkan sama dengan bank yang lain. Apalagi bank yang fokusnya ke retail tentu NIM-nya lebih tinggi," tuturnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan NIM perbankan nasional sampai dengan akhir Januari 2010 tercatat turun sebesar 0,15% dari 6,24% pada bulan Desember 2009 menjadi 6,08% pada Januari 2010. Namun hal tersebut menurutnya dinilai masih cukup tinggi.


(dru/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads