Demikian dikatakan oleh Direktur Direktorat Internasional Bank Indonesia, Dian Ediana Rae kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (13/02/2010).
"Saya kira kasus century belum akan mempengaruhi rating action terhadap Indonesia, dalam arti penurunan rating atau outlook. Investor dan rating agency masih sedang melihat hasil akhir pansus ini," ujar Dian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya salah satu lembaga pemeringkat, Standard & Poor's (S&P) dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Politisasi bailout tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketidakpastian di Indonesia.
S&P pada Oktober 2009 lalu menaikkan outlook Indonesia menjadi 'positif', dengan peringkat sovereign untuk utang valas dalam jangka panjang ke 'BB-' dan peringkat utang dalam rupiah ke 'BB+'. Kenaikan outlook itu sehubungan dengan ekspektasi pengurangan utang dan kehati-hatian manajeman fiskal yang dilakukan pemerintah. (dru/ang)











































