"Karena posisi Gubernur BI strategis dan penting maka sebaiknya segera diisi dan jangan dibiarkan kosong," kata Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono, saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (14/2/2010).
Menurut Sigit, meskipun selama ini kegiatan operasional Bank Indonesia sudah jalan tanpa adanya Gubernur BI namun keberadaan orang nomor satu di Bank Sentral tetap diperlukan untuk mempermudah koordinasi dan mempercepat pengambilan keputusan. Posisi Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI yang diisi Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution membuat Darmin kurang leluasa dalam memimpin BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit tidak mempermasalahkan apakah calon yang diajukan Presiden berasal dari internal atau eksternal BI. Menurut dia, yang terpenting orang tersebut kompeten, menguasai bidang perbankan dan moneter serta bisa meningkatkan pengawasan terhadap bank.
"Meskipun menurut kami, pengawasan terhadap Bank sudah ketat. Tapi karena adanya kasus Bank Century telah membuat pemerintah, DPR maupun masyarakat memiliki persepsi kalau pengawasan BI masih lemah. Jadi Gubernur BI yang baru harus bisa menjawab ini," paparnya.
Seperti diketahui, saat ini kursi Gubernur BI memang masih kosong usai ditinggalkan oleh Boediono yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden. Pelaksana jabatan sementara (Pjs) Gubernur BI saat ini dipegang oleh Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution.
Presiden SBY akan mengumumkan nama calon Gubernur BI kepada DPR usai Pansus Hak Angket Century menuntaskan pekerjaannya. DPR sendiri telah melayangkan surat sebanyak dua kali mendesak Presiden SBY segera menetapkan gubernur bank sentral tersebut.
Menurut kabar yang beredar, nama-nama calon Gubernur BI yang akan dipilih Presiden antara lain adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution.
(epi/nrl)











































