Lonjakan surplus NPI terutama berasal dari lonjakan surplus transaksi berjalan yang mencapai US$ 10,582 miliar pada tahun 2009, dibandingkan tahun 2008 yang hanya US$ 126 juta.
Kenaikan juga terjadi pada transaksi modal dan finansial yang mencapai surplus US$ 3,673 miliar pada tahun 2009, dibandingkan tahun 2008 yang mencatat defisit US$ 1,876 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Transaksi berjalan pada triwulan IV 2009 mencatat surplus US$ 3,4 miliar, meningkat dibandingkan surplus US$2,2 miliar pada triwulan III-2009.
"Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh membaiknya kinerja ekspor sebagai dampak dari terus berlangsungnya pemulihan ekonomi global dan membaiknya harga sejumlah komoditas ekspor unggulan," ujar Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah dalam siaran persnya, Selasa (16/2/2010).
Ia menjelaskan, perbaikan kinerja ekspor tersebut masih didominasi oleh produk berbasis sumber daya alam yang tidak banyak membutuhkan bahan baku impor.
"Membaiknya kinerja ekspor juga didukung oleh kenaikan harga minyak dan bertambahnya volume ekspor LNG sejalan dengan beroperasinya Train 1 dan 2 di lapangan Tangguh. Kondisi ini mengakibatkan kenaikan ekspor lebih kuat daripada kenaikan impor," imbuhnya.
Selama periode triwulan IV-2009, transaksi modal dan finansial mengalami surplus US$1,4 miliar yang disumbangkan oleh surplus pada kelompok investasi langsung dan investasi portofolio.
"Meskipun tekanan di pasar keuangan internasional sempat menurunkan risk appetite investor asing sehingga mendorong terjadinya arus keluar modal di instrumen tertentu pada Desember 2009, namun surplus investasi portofolio pada triwulan IV-2009 secara keseluruhan masih meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya," urainya.
Menurutnya, perkembangan positif pada transaksi modal dan finansial ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi di dalam negeri yang relatif stabil dan membaiknya likuiditas global. (qom/dnl)











































