Ketiga bank ini mengklaim sanggup menyelesaikan penggantian teknologi kartu ini pada semester I-2010.
"Ya ketiganya sanggup mengganti kartu mereka pada semester I-2010. Kemudian disusul dengan implementasi di semester II," kata Kepala Biro Pengembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Aribowo dalam diskusi Kiat Aman Bertransaksi melalui E-Banking di restoran Palalada Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (17/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di saat yang sama, BI juga akan mengundang seluruh penerbit ATM pada bulan depan untuk melihat kesiapan ketiga bank dalam rangka perubahan teknologi kartu. "Kita akan berjalan pararel. Di saat mereka persiapan, minggu kedua Maret 2010 kita akan perlihatkan ke seluruh penerbit kartu lain. Switching yang sudah ready untuk migrasi," jelasnya.
Untuk satu unit kartu debit berbasis Chip, BI memperkirakan perbankan harus membayar sejumlah US$ 1,2-2. Ini masih harus ditambah dengan penggantian mesin EDC yang berjumlah 80 ribu unit plus 30 ribu mesin ATM.
Namun sayang, dirinya tidak bisa mengungkap berapa investasi yang harus disiapkan untuk setiap bank dalam penggantian kartu secara full integrated.
"Tiap bank kan beda-beda. Kalau bank besar, pasti biaya lebih besar," paparnya.
(wep/dnl)











































