Sri Mulyani Tidak Pas Jadi Gubernur BI

Sri Mulyani Tidak Pas Jadi Gubernur BI

- detikFinance
Kamis, 18 Feb 2010 09:36 WIB
Sri Mulyani Tidak Pas Jadi Gubernur BI
Jakarta - Pencalonan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) merupakan pilihan spekulatif. Sebab, keterkaitan dirinya dengan skandal bail out Bank Century bakal kurang menguntungkan posisinya.

Demikian ditegaskan Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui usai seminar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/2/2010) malam.
 
Purbaya menilai pencalonan Sri Mulyani sebagai Gubernur BI merupakan 'gambling' dengan sesuatu yang belum pasti. Hal ini disebabkan kinerja Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan telah terbukti baik sehingga tidak ada alasan untuk menempatkan Sri Mulyani pada posisi yang belum pernah dijabatnya.
 
"Kalau boleh saya berpendapat, janganlah Sri Mulyani jadi Gubernur BI karena sudah jelas-jelas kinerjanya bagus pada posisi Menteri Keuangan. Jadi, kenapa harus jadi Gubernur BI? Ini namanya gambling dengan sesuatu yang tidak jelas," tegasnya.
 
Purbaya menambahkan tidak tepatnya pencalonan Sri Mulyani sebagai Gubernur BI pada waktu dekat ini diperkuat dengan alasan masih tersangkutnya Sri Mulyani dengan beberapa anggota DPR dalam Pansus terkait kasus bailout Bank Century.
 
"Pencalonan itu tidak bisa sekarang karena ada proses penyelesaian kasus Bank Century dengan DPR. Jadi, masih ada permasalahan. Dia (Sri Mulyani) akan dihadang. Lagian kan ada beberapa anggota DPR yang masih menjaga muka depan masyarakat. Satu sisi dihina masa nanti diangkat (menjadi Gubernur BI)," sindirnya. 
 
Untuk calon Gubernur BI, Purbaya menyatakan sebaiknya ada dari internal BI dan eksternal BI. Hal ini untuk memberi pengharapan bagi para direksi BI sehingga mereka bisa berpacu untuk bekerja lebih baik lagi.
 
"Sebaiknya diadu saja, 1 dari BI, 1 lagi dari luar BI. Biar ada harapan juga untuk orang BI bahwa bisa juga dari kalangannya menduduki posisi Gubernur BI sehingga mereka berpacu bekerja sebaik-baiknya," ujar Purbaya.

 

(nia/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads