Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Askrindo Chairul Bachri dalam Panja RDP dengan Komisi XI DPR-RI, di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (18/0/2010).
"Penjaminan KUR mengalami rugi sebesar Rp 139,276 miliar sedangkan existing memperoleh laba hanya sebesar Rp 50,93 miliar. Jadi perseroan rugi Rp 88,33 pada tahun 2009," jelas Chairul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2010 perusahaan menganggarkan kerugian yang lebih besar lagi dari penjaminan KUR. Karena peningkatan jumlah klaim diperkirakan akan terjadi pula di tahun 2010," paparnya.
Tahun 2010, lanjut Chairul, perseroan memproyeksikan akan mengalami kerugian akibat penjaminan KUR sebesar Rp 142,4 miliar. "Dengan dorongan existing laba sebesar Rp 63 miliar maka rugi perusahaan pada tahun 2010 bisa mencapai Rp 79,38 miliar," tambahnya.
Akibat kerugian dalam melaksanakan penjaminan KUR, Askrindo berhadap kerugian yang dipublikasikan akan mengganggu citra baik perusahaan.
"Dan dapat mengganggu kelancaran usaha existing. Dengan demikian akan diperlukan upaya khusus dan dukungan dari semua pihak untuk menjelaskan bahwa kerugian tersebut sebagai konsekuensi menjalankan misi pemerintah," kata Chairul.
(dru/dnl)











































