Masuk Pengawasan Intensif, Bank Eksekutif Cari Investor Baru

Masuk Pengawasan Intensif, Bank Eksekutif Cari Investor Baru

- detikFinance
Kamis, 18 Feb 2010 20:02 WIB
Jakarta - PT Bank Eksekutif Tbk (Eksekutif) tengah mencari investor untuk memperkuat modal perusahaan. Pasalnya, saat ini Bank Eksekutif masuk ke dalam pengawasan intensif Bank Indonesia (BI).

"Mengenai investor belum dapat kami konfirmasikan dan mohon dimengerti, sampai dengan saatnya nanti setelah terjadi kesepakatan akan kami umumkan," ujar Direktur Utama Bank Eksekutif, Tony Antonius kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (18/02/2010).

Tony menambahkan saat ini Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Eksekutif berada di posisi 11,78 % setelah pemegang saham menambahkan modalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku pada Desember 2008 lalu CAR Bank Eksekutif berada di bawah 8% dan perseroan sempat masuk ke dalam SSU (Special Surveilance Unit/Dalam Pengawasan Khusus) BI.

"Namun, pemegang saham Bank Eksekutif telah menyuntikan modal sebesar Rp 55 miliar pada awal desember 2009, sehingga rasio CAR kembali meningkat menjadi 11,78%," ungkapnya.

Sebelumnya, Deputi Direktur Pengawasan Bank I BI Mubarakah mengatakan Bank Eksekutif masuk dalam pengawasan intensif Bank Indonesia. Otoritas bank sentral kini terus mendorong Bank Eksekutif agar mencari investor baru.

Bank Eksekutif merupakan bank yang didirikan pada 11 September 1992 dan beroperasi secara komersial pada 9 Agustus 993, sesuai dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan nomor 673/KMK.017/1993 tanggal 23 Juni 1993.

Saat ini Bank Eksekutif  mempunyai 19 kantor, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat Operasional di Jl. MH Thamrin Kav. 9, Jakarta Pusat, 13 Kantor Cabang dan 5 Kantor Cabang Pembantu lebih memprioritaskan dalam penyaluran kredit retail, khususnya otomotif. Per 30 September 2009, Bank Eksekutif berhasil mencetak laba hingga Rp 804 juta.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads