"Menurut saya kebijakan The Fed dapat diartikan positif bagi Indonesia," jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono kepada detikFinance, Jumat (19/2/2010).
The Fed kemarin menaikkan bunga kredit untuk pinjaman darurat kepada bank dari 0,5% menjadi 0,75%. Langkah itu merefleksikan meredanya dampak krisis finansial. Langkah ini cukup mengejutkan karena ternyata dilakukan lebih cepat dari jadwal semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, kebijakan The Fed itu pada dasarnya ditujukan untuk menyerap kelebihan likuiditas setelah bailout besar-besaran hingga ratusan miliar dolar AS pada tahun lalu,
"Penyerapan likuiditas oleh Fed akan lebih menyeimbangkan likuiditas di pasar sehingga pemulihan ekonomi berjalan tanpa tekanan inflasi," imbuhnya.
Kebijakan The Fed itu juga telah menyebabkan dolar AS melonjak tajam pada perdagangan di Asia hari ini. Euro merosot ke 1,3473 dolar, menembus level terendah sejak Mei 2009. Dolar AS juga menguat atas yen ke posisi 91,88 yen, dibandingkan sebelumnya di level 91.75 yen.
"Keputusan The Fed itu merepresentasikan langkah terbarunya untuk semakin dekat keluar dari kebijakan darurat yang diambilnya selama krisis finansial," ujar Hiroshi Maeba, direktur Nomura Securities seperti dikutip dari AFP. (qom/dnl)











































