Hal tersebut ditegaskan Pjs Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (19/2/2010).
"NPL-nya bank tersebut kan masih tinggi. Nah kita beri waktu mereka sampai 31 maret 2010 agar dapat diselesaikan. Kalau nggak selesai awas. Artinya tindakannya keras. Saya tidak perlu ngomong jelas-jelas (tindakan tersebut). Pokoknya akan keras," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir November kita kemudian menetapkan dia harus nambah dana supaya CAR-nya (Rasio Kecukupan Modal) bisa bukan hanya 8% tapi harus cukup sehat gitu ya. Kita kasih batas waktu agar masukkan uang atau tidak," paparnya.
Darmin juga menambahkan, dalam seminggu setelah didesak, pemegang saham Bank Eksekutif akhirnya menempatkan dana mereka kembali.
"Sehingga CAR-nya sudah sekitar 10% atau melewati itu tapi kan selain itu NPL-nya kan masih tinggi," ungkapnya.
Darmin mengharapkan melalui tindakan-tindakan yang dilakukan otoritas maka diharapkan bank tersebut akan
selamat.
"Kita akan fit and proper pemiliknya dan kita menganggap harus masuk investor lain. Sehingga bank ini dengan tindakan-tindakan itu akan selamat. Kalau itu kita tidak percaya selamat, kita tidak akan berenti sampai disitu," tandasnya.
(dru/qom)











































