"Tidak benar Bank Eksekutif akan bangkrut/kolaps dan tidak benar bahwa pemilik bank menyerah atau tidak mampu menyetor kembali," ujar Direksi Bank Eksekutif dalam siaran persnya, Jumat (19/2/2010).
Deputi Direktur Pengawasan Bank I Mubarakah sebelumnya mengatakan, pemilik Bank Eksekutif mengaku tidak mempunyai dana untuk memperkuat modal banknya. Karena itu, Bank Indonesia (BI) memutuskan agar pemegang saham pengendali mencari investor baru. Bank Eksekutif saat ini statusnya dalam pengawasan intensif BI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direksi juga menyampaikan, pihaknya kini sedang dalam tahap mencari investor strategis untuk mengembangkan bank di masa depan. Saat ini pihak investor sedang dalam proses uji tuntas atau due dilligence.
"Pada saat yang tepat, manajemen bank akan menginfirmasikan perkembangan maupun hasil akuisisi investor tersebut setelah mendapat mandat dari pemegang saham," jelas Direksi Bank Eksekutif.
Dalam rencana aksi yang disampaikan ke Bank Indonesia, manajemen juga menyampaikan rencana untuk menurunkan NPL hingga minimal 5% pada Maret 2010.
Manajemen juga membantah Bank Eksekutif memiliki portofolio bermasalah di bidang valas dan obligasi.
"Kondisi likuiditas bank saat ini adalah surplus di obligasi pemerintah dan tidak pernah ada penempatan valas karena status bank bukan/belum sebagai bank devisa," demikian penjelasan direksi Bank Eksekutif. (qom/dnl)










































