"Dari 138 juta penduduk usia dewasa ada 80 juta penduduk yang belum mempunyai tabungan," ungkap Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution dalam sambutannya pada acara Pencanangan Gerakan Indonesia Menabung dan Peluncuran Produk TabunganKu, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).
Darmin sangat menyayangkan hal tersebut karena tabungan dapat dijadikan sebagai sumber pendanaan yang dapat menyokong perekonomian nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin mengungkapkan masih rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk menabung disebabkan oleh beberapa faktor. Yang pertama adalah hambatan administratif, untuk membuka rekening maka masyarakat harus menyetorkan dana awal yang tidak sedikit, belum lagi masih ditambah biaya administrasi.
"Lalu setelah menabung, tiap bulan kena potongan untuk biaya administratif. Kalau jumlah tabungan di bawah Rp 2 juta, makin lama semakin berkurang," katanya.
Hambatan selanjutnya, kata Darmin, adalah pada sektor sosiokultural dan psikologis. Sejak kecil masyarakat belum dijarkan menabung. Sehingga menabung tidak menjadi sebagai kebutuhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata Darmin maka bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan 70 Bank Umum dan 910 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengeluarkan produk TabunganKu. Produk tersebut bebas biaya administasi dan setoran awalpun tidak memberatkan nasabah.
Darmin melihat, dengan mudahnya persyaratan dalam TabunganKu, akan sukses di pasaran. Kareana selain syarat-syarat yang mudah, potensi nasabah berusia 15-64 tahun juga sedang meningkat.
(nia/dnl)











































