Bank DKI Bidik Pertumbuhan Kredit 23%

Bank DKI Bidik Pertumbuhan Kredit 23%

- detikFinance
Minggu, 21 Feb 2010 16:54 WIB
Bank DKI Bidik Pertumbuhan Kredit 23%
Jakarta - PT Bank DKI menargetkan pertumbuhan kredit bakal naik maksimal 23% di tahun 2010. Perseroan masih mengandalkan kredit konsumer sebagai pemacu portofolio kredit.

Demikian disampaikan Senior Manager Division Head PT Bank DKI Romy Wijayanto kepada detikFinance melalui sambungan telepon, Minggu (21/2/2010).

"Kredit akan tumbuh  23,64% untuk tahun 2010. Outstanding kita sampai akhir tahun (2009) Rp 6,9 triliun," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun 2009, kredit perseroan sebesar Rp 6,9  triliun. Mengacu pada proyeksi pertumbuhan 23 %, maka ditargetkan kredit perseroan bakal menjadi Rp 8,48 triliun di 2010.

Ia menambahkan, peningkatan kredit ini tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan lebih baik dibanding tahun 2009. Portofolio kredit perseroan pun tidak jauh berubah jika dibandingkan posisi tahun lalu. Sektor konsumer masih menjadi andalan Bank DKI yaitu sebesar Rp 5,9 triliun di tahun ini.

Kemudian dilanjutkan kredit komersial sebesar 17 %. Jika mengacu pada target pertumbuhan kredit perseroan, maka jumlahnya mencapai Rp 1,36 triliun. "Sisanya merupakan kredit usaha kecil dan pembiayaan syariah," jelasnya.

Menurutnya, pada tahun 2010 porsi kredit usaha kecil Bank DKI akan ditingkatkan. "Waktu lalu, kita lebih ke kredit multiguna untuk PNS dan swasta, namun saat ini kita tingkatkan kredit usaha kecil," papar Direktur Utama Bank DKI Winny Erwindia beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, Bank DKI juga akan membentuk Grup UKM sejalan dg ditunjuknya Bank DKI sebagai salah satu bank penyalur KUR (Kredit Usaha rakyat) bersama BPD lainnya.

Selain itu, untuk dana pihak ketiga (DPK) perseroan sampai akhir tahun 2009 tercatat Rp 12 triliun. Jumlah ini ditargetkan meningkat 10% pada tahun 2010, atau mencapai Rp 13,2 triliun.

Sebelumnya, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mencanangkan pertumbuhan DPK mencapai 20% di tahun ini. Jumlah DPK untuk keseluruhan BPD diprediksi mencapai Rp 356 triliun, atau naik Rp 59 triliun dari posisi tahun lalu Rp 297 triliun.

"Kredit akhir tahun lalu lebih pesat, bisa lebih 80% dibanding posisi November 2009. Apalagi akan banyak long deposit, hingga pertumbuhan DPK akan terus ada. Kita juga punya produk baru tapi sebenarnya lama, yaitu Simpeda. Untuk mengenalkan lebih lanjut dengan DPK yang dikelola BPD, kami lakukan undian per 6 bulan," imbuhnya.  (wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads