Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (22/2/2010).
"Samurai Bond ditargetkan terbit akhir April atau awal Mei 2010," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samurai Bond merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar Jepang dengan denominasi Yen. Dalam penerbitannya, surat utang ini dijamin oleh JBIC.
Rahmat juga mengatakan mengenai rencana pemerintah menaikkan besaran defisit dari 1,6% menjadi 2,2%. Menurut Rahmat, dengan kenaikan defisit ini, pemerintah tidak akan menambah jumlah utang. Sebab pelebaran akan dibiayai dari surplus anggaran 2010 (SILPA/Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang jumlahnya Rp 38 triliun.
"Jadi pemerintah tidak akan menambah jumlah utang," tutupnya. (nia/dnl)











































