BI Butuh Gubernur yang Bisa 'Berkelahi'

BI Butuh Gubernur yang Bisa 'Berkelahi'

- detikFinance
Senin, 22 Feb 2010 16:24 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) dinilai membutuhkan sosok yang bisa 'berkelahi' untuk membela dan mengangkat moral pekerja BI di tengah banyaknya masalah politik yang membelit bank sentral saat ini.

"BI yang dibutuhkan itu figur yang mengangkat moril pekerja di BI karena masalah politik di BI dan bisa berkelahi untuk membela BI," ujar Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan usai Talk Show 'Membedah APBN 2010' di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (22/2/2010).

Meskipun begitu, Ichsan menilai selama kurang lebih 9 bulan tanpa Gubernur kinerja BI sudah baik. Padahal pada akhir 2008 sektor perbankan RI sempat terguncang krisis ekonomi global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bicara logikanya, tahun 2008 Bank Centuy diambil alih, IFI ditutup, sedangkan di Amerika ada 120 bank dengan biaya US$ 700 miliar. Dibilang BI tidak berhasil susah juga, 9 bulan tanpa Gubernur, kualitas perbankan membaik kok," jelasnya.

Namun, walaupun dianggap telah bekerja dengan baik tanpa Gubernur, BI tetap membutuhkan sosok Gubernur sebagai unsur simbolik bank sentral.

Mengenai kemungkinan Sri Mulyani untuk mengisi jabatan orang nomor 1 di BI ini, Fauzi menyatakan investor selama ini telah menjadi ikon refomasi birokrasi di kalangan pemerintahan. Jika BI membutuhkan sosok untuk menerapkan reformasi birokrasi maka BI telah memiliki sosok tersebut yaitu Darmin Nasution.

"Sri Mulyani sukses dalam reformasi birokrasi, dia sudah sebagai ikon reformasi birokrasi. Kalau ada kebutuhan untuk reformasi di BI, kan di BI sudah ada Pak Darmin. Mereka ini kan 2 ikon reformasi birokrasi di mata investor," tandas Fauzi.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads