"Target laba tahun 2010 minimal Rp 20 miliar," jelas Corporate Secretary AGRO Irawan saat ditemui di kantor Indonesia EximBank gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (23/2/2010).
Menurut Direktur Utama AGRO Kemas M. Arif, pencapain laba perseroan selama tahun 2009 (un-audited) tercatat Rp 8,9 miliar. Laba bersih AGRO di 2009 ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih sebesar Rp 3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPK kita bagus di tahun lalu. Ada pertumbuhan dari Rp 2 triliun menjadi Rp 2,45 triliun," kata Irawan.
Sementara aset bank berjenis devisa ini tahun lalu tercatat Rp 2,98 triliun. Posisi rasio kecukupan modal (CAR) juga tercatat 19,6% dan Net Performing Loan (NPL) 2,77%. Dan terakhir, LDR 8,99%.
Untuk pencapaian kredit perseroan masih didominasi oleh sektor agrobisnis. Ditargetkan tahun ini, kredit perseroan akan tumbuh 28% menjadi Rp 2,55 triliun. Sektor agrobisnis dapat mencapai 65% dari total portofolio.
"Kami melihat ekspor sektor agrobisnis utamanya perkebunan tahun 2010 tampaknya akan semakin baik, karena pasar ekspor akan membesar dengan meningkatnya ekonomi dunia. Apalagi Indonesia penghasil utama CPO," ujar Kemas.
Pada tahun 2009, transaksi ekspor perseroan tumbuh 178,35%. Sementara untuk impor mencapai 64%.
"Ekspor kita tahun 2008 US$ 3,5 juta. Di 2009 naik menjadi US$ 9,9 juta. Untuk impor US$ 29,6 juta, sementara tahun lalu US$ 18 juta," imbuhnya.
Hari ini, perseroan bersama Indonesia Eximbank juga telah menandatangani kerjasama dalam rangka pembiayaan bersama untuk menunjang kegiatan ekspor nasabah di sektor Agrobisnis selama tiga tahun.
"Jumlah pemnbiayaan akan diatur kemudian, sehingga memberikan fleksibilitas dalam mendukung pendanaan nasabah Bank Agro," terang Direktur Pelaksana Indonesia EximBank Suharsono.
Kerjasama ini meliputi penjualan aset dalam skema Repurchase Agreement (REPO). Fasilitas ini akan mendukung untuk meningkatkan likuiditas perseroan.
(wep/dro)











































