Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu (24/2/2010), BTPN mencatat pendapatan bunga sebesar Rp 3,607 triliun di 2009, naik 51,11% dari tahun 2008 sebesar Rp 2,387 triliun.
Beban bunga tercatat sebesar Rp 1,644 triliun, membengkak 52,22% dari tahun sebelumnya Rp 1,080 triliun. Namun pendapatan bunga bersih (NIM) masih meningkat tajam sebesar 50,22% menjadi Rp 1,962 triliun dari sebelumnya Rp 1,306 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan beban operasional terutama diakibatkan membengkaknya beban administrasi sebesar 116,1% menjadi Rp 681,727 miliar dari sebelumnya Rp 315,454 miliar, serta pembengkakan beban personalia sebesar 86,35% menjadi Rp 914,533 miliar dari sebelumnya Rp 490,749 miliar.
Hal ini membuat laba operasional perseroan hanya tumbuh 7,19% menjadi Rp 635,353 miliar dari sebelumnya Rp 592,722 miliar. Dan laba bersih BTPN tercatat sebesar Rp 420,4 miliar, naik 10,95% dari tahun sebelumnya Rp 378,9 miliar.
Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 18,5 triliun, meningkat 62,28% dari tahun sebelumnya Rp 11,4 triliun. Total kredit yang dikucurkan di 2009 sebesar Rp 15,7 triliun, meningkat 50,96% dari tahun 2008 sebesar Rp 10,4 triliun.
Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 18,5%, menurun dari posisi tahun 2008 sebesar 23,67%. Rasio kredit macet (NPL) gross sebesar 0,51% dan NPL net sebesar 0,07%.
Â
Â
(dro/qom)











































