"Melihat kondisi perbankan lndonesia tahun lalu, dapat kita lihat pengaruh dari krisis finansial global pada perlambatan pertumbuhan aset dan kredit di semester pertama, yang kemudian membaik di akhir tahun. Hal serupa akan terjadi di tahun 2010," kata Manager Financial Institution Ratings Pefindo Danan Dito dalam media forum di kantornya, Atrium Setiabudi, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Menurutnya, hal yang sama terlihat juga pada pola rasio kredit bersamasalah (Non Performing Loan/NPL) tahun ini seperti tahun lalu, yang meningkat pada awal tahun 2009 dan membaik kembali di semester II-2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, pada tahun 2009, peringkat sektor perbankan yang terbanyak berada pada kategori peringkat idAA (7), diikuti oleh kategori peringkat idA dan idBBB dan peringkat idAAA.
Di tahun 2009, tidak terdapat penurunan peringkat (down grade) walaupun melalui periode krisis, Pefindo justru melakukan upgrade untuk 6 bank yang disebabkan beberapa faktor antara lain adanya peningkatan pangsa pasar, kesuksesan dari program transformasi dan perbaikan performa finansial, dan perubahan status hukum bank yang bersangkutan.
Secara umum beberapa faktor positif dari peringkat perbankan yang dominan adalah dukungan yang kuat dari pemegang saham, pangsa pasar yang cukup signifikan, dan permodalan yang kuat, disertai profitabilitas yang stabil.
Sebaliknya, kelemahan yang ada pada peringkat di sektor perbankan berupa memburuknya kualitas aset sebagai akibat dari krisis finansial global, walaupun tidak parah, dan ketatnya persaingan dalam industri tersebut.
(ang/dnl)











































