Hal ini disampaikan oleh Hidayat usai acara pertemuan dengan perbankan nasional, BI, dan pelaku usaha dalam negeri di kantor BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (24/2/2010).
"Memang BI punya program untuk menurunkan, prinsipnya dilakukan supaya kompetitif tanpa merugikan perbankan, dilakukan secara gradual sepanjang tahun ini," kata Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemaparan BI, Indonesia menempati posisi kedua yang memiliki suku bunga kredit tertinggi setelah Myanmar. "Kita nomor dua di ASEAN setelah Myanmar," katanya.
Saat ini kata dia bunga kredit perbankan nasional rata-rata mencapai 13,9% dengan rentang suku bunga kredit mencapai 12-16% per tahun.
(hen/dnl)











































