"Suku bunga sudah berangsur-angsur turun. Beberapa bank sudah turun hingga ada yang 9,9% itu kan sudah sangat rendah. Walaupun memang ada beberapa yang masih tinggi," jelas Ketua Perbanas Sigit Pramono kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Namun, Sigit mengakui penurunan suku bunga kredit memang cenderung melambat dikarenakan beberapa faktor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Sigit menjelaskan, biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini masih tinggi yang berasal dari bunga simpanan nasabah, karena itu suku bunga kredit sulit turun.
"Dari sisi overhead cost, perbankan juga telah berupaya melakukan efisiensi agar dapat menekan biaya tersebut," katanya.
Sementara itu, dari sisi marjin, karena adanya persaingan antar bank, maka dengan sendirinya marjin keuntungan bunga perbankan akan diturunkan.
Perbanas mencatat, suku bunga kredit yang sudah menunjukkan penurunan adalah bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Menurut Sigit, suku bunga perbankan akan terus turun seiring dengan penurunan suku bunga deposito. "Ya ditunggu saja," singkatnya.
(dru/dnl)











































