Total pendapatan Bank Permata mencapai Rp 3,74 triliun, meningkat 15% YoY dengan ditopang oleh pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan pendapatan operasional lainnya.
Pendapatan bunga bersih naik 15% Yoy menjadi Rp 2,96 triliun, sementara itu pendapatan operasional lainnya mencapai Rp 785 miliar di tahun 2009, atau tumbuh sebesar 15%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pertumbuhan kredit sebesar 18% selama tahun 2009 dari Rp 34,85 triliun menjadi Rp 41,20 triliun (YoY). Kredit tumbuh di semua segmen bisnis.
PermataBank secara berkesinambungan memperkokoh struktur permodalan dan likuiditasnya. Penyertaan modal dari pemegang saham naik hingga 13% Yoy menjadi Rp 4,84 triliun. Rasio Kecukupan Modal CAR) setelah memperhitungkan risiko pasar berada di level 12,2%, diatas ketentuan minimal Bank Indonesia sebesar 8%.
Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan sebesar 7% YoY menjadi Rp 45,72 triliun. Giro dan Tabungan mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 17% dan 37% YoY menjadi Rp 10,95 triliun dan Rp 9,68 triliun. Sementara itu dana mahal berupa Deposito mengalami penurunan 5% YoY menjadi Rp 25,10
triliun di akhir 2009.
Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di tingkat optimal 90,6% di akhir tahun 2009 dibanding 81,8% pada periode yang sama di tahun 2008. Cost to Income Ratio (CIR) mengalami perbaikan dari 70,1% di tahun 2008 menjadi 65,8% di tahun 2009.
Rasio Non-Performing Loan (NPL) net tercatat 1,5% pada periode Desember 2009. Sementara itu rasio pencanangan aset mencapai 137% di akhir 2009.
Unit Usaha Syariah Bank Permata mengalami peningkatan laba bersih yang signifikan hingga mencapai Rp 82,3 miliar, atau tumbuh 73% di tahun 2009. Bisnis Bank Permata Syariah melanjutkan keberhasilan dalam menggabungkan nasabah yang telah ada dengan infrastruktur. Aset meningkat Rp 241 miliar, atau tumbuh 19%YoY menjadi Rp 1,54 triliun pada tahun 2009.
"Hasil yang kami capai ini mencerminkan kekuatan dari model perbankan dan jaringan cabang kami," jelas David Fletcher, Direktur Utama Bank Permata dalam siaran persnya, Kamis (25/2/2010).
(qom/qom)











































