"Berbeda pada tahun 2007, anggaran BI defisit hingga Rp 1,7 triliun dan pada proses pemulihan pasca krisis tahun 2009 anggaran BI juga defisit hingga Rp 1,7 triliun," ujar Wakil Ketua Panja Komisi XI DPR-RI, Arif Budimanta di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (29/02/2010).
Arif menuding keuangan BI tidak kredibel karena saat krisis justru mencetak surplus, sementara dalam kondisi biasa justru defisit
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arif, sebenarnya defisit itu tidak perlu terjadi jika memang otoritas bank sentral bisa melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya.
"Contoh, selama cadangan devisa positif, maka kerugian operasi moneter dapat dengan mudah ditutupi dengan secara sengaja mendepresiasikan nilai tukar.Β Intinya selalu ada cara bagi bank sentral untuk menghindari kerugian atau bahkan kebangkrutan," papar Arif.
Apalagi, lanjut Arif dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) di tahun 2010 ini, bank sentral memproyeksikan akan kembali defisit hingga Rp 18 triliun.
"Ini perlu ditinjau kembali, nantinya harus di awasi secara ketat," ungkapnya.Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Ditempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan bahwa seluruh anggaran telah diperiksa BPK.
"Dan memang tidak ada masalah, surplus dan defisit kan sudah lewat. Mungkin mereka (DPR) belum melihat atau tidak melihat laporan kami," singkatnya. (dru/dnl)











































