DPR 'Usik' Surplus Anggaran BI Rp 17 Triliun

DPR 'Usik' Surplus Anggaran BI Rp 17 Triliun

- detikFinance
Kamis, 25 Feb 2010 13:40 WIB
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI kembali mempertanyakan surplus anggaran Bank Indonesia (BI) pada tahun 2008. Di tengah himpitan krisis global, namun anggaran BI terjadi surplus hingga Rp 17 triliun pada 2008.

"Berbeda pada tahun 2007, anggaran BI defisit hingga Rp 1,7 triliun dan pada proses pemulihan pasca krisis tahun 2009 anggaran BI juga defisit hingga Rp 1,7 triliun," ujar Wakil Ketua Panja Komisi XI DPR-RI, Arif Budimanta di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (29/02/2010).

Arif menuding keuangan BI tidak kredibel karena saat krisis justru mencetak surplus, sementara dalam kondisi biasa justru defisit

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BI memang sudah tidak kredibel. Dikala krisis tahun 2008 neraca postif sementara dalam keadaan normal 2007 dan pemulihan 2009 defisit. Sebetulnya itu tidak akan pernah terjadi terkecuali dewan Gubernurnya memang tidak cakap," kritiknya.

Menurut Arif, sebenarnya defisit itu tidak perlu terjadi jika memang otoritas bank sentral bisa melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya.

"Contoh, selama cadangan devisa positif, maka kerugian operasi moneter dapat dengan mudah ditutupi dengan secara sengaja mendepresiasikan nilai tukar.Β  Intinya selalu ada cara bagi bank sentral untuk menghindari kerugian atau bahkan kebangkrutan," papar Arif.

Apalagi, lanjut Arif dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) di tahun 2010 ini, bank sentral memproyeksikan akan kembali defisit hingga Rp 18 triliun.

"Ini perlu ditinjau kembali, nantinya harus di awasi secara ketat," ungkapnya.Β Β Β Β Β Β Β Β Β 

Ditempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan bahwa seluruh anggaran telah diperiksa BPK.

"Dan memang tidak ada masalah, surplus dan defisit kan sudah lewat. Mungkin mereka (DPR) belum melihat atau tidak melihat laporan kami," singkatnya. (dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads