Demikian dikatakan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ardhayadi Mitroadmojo usai Panja RDP dengan Komisi XI di Gedung DPR-RI, Jakarta, Kamis (25/02/2010).
"Kemarin kuratornya sudah ke Jakarta dan pada akhir 2010 akan selesai. Kemudian mereka juga akan membayarkan sebesar 50%, persisnya 47% dan dalam satu dan dua bulan ke depan sudah dibayarkan," ujar Ardhayadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Ardhayadi, khusus Bank Indover cabang Hongkong 100% akan dibayarkan semua kepada para nasabahnya. Namun, berapa total yang akan dibayarkan, Ardhayadi belum bisa memastikannya.
Indover atau NV De Indonesische Overzeese Bank merupakan anak usaha BI dan salah satu cikal bakal bank di Tanah Air yang berkedudukan di Amsterdam.
Sebelumnya, Bank Indover merupakan cabang dari De Javasche Bank yang didirikan pada 1891.
Saat krisis ekonomi memuncak pada Oktober 2008, bank itu mengalami permasalahan likuiditas dan sempat gagal bayar. Akibatnya, pengadilan Belanda melikuidasi Indover pada 1 Desember setelah tenggat 31 Oktober 2008 bank itu tidak diselamatkan BI.
Padahal, beberapa bank nasional menempatkan dana di Indover, di antaranya BRI sebesar US$60 juta, Bank Mandiri US$31 juta, BNI US$27 juta, Bank Lippo US$5 juta (kini merger menjadi Bank CIMB Niaga), dan Bank Ekonomi Raharja 19.239 euro.
(dru/dnl)











































