Aliran Modal Masuk Belum Terpengaruh Hasil Pansus Century

Aliran Modal Masuk Belum Terpengaruh Hasil Pansus Century

- detikFinance
Jumat, 26 Feb 2010 10:18 WIB
Aliran Modal Masuk Belum Terpengaruh Hasil Pansus Century
Jakarta - Fraksi-fraksi telah menyampaikan pandangannya atas bailout Bank Century. Sebagian fraksi menyebut keterlibatan Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Diperkirakan ada implikasi politik termasuk reshufle kabinet terkait hasil pandangan fraksi.

Namun hasil dari pansus Century tersebut sejauh ini belum mempengaruhi aliran modal asing ke Indonesia. Kepemilikan asing atas surat-surat berharga di Indonesia masih cukup tinggi.

"Reaksi pasar atas kasus Bank Century sejauh ini cukup sedang. Sejak pertengahan Januari, yield obligasi negara masih stabil hingga naik tipis dan kepemilikan asing masih terus meningkat," ujar Helmi Arman, ekonom Bank Danamon dalam previewnya yang dikutip detikFinance, Jumat (26/2/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data yang dikutip dari Ditjen Pengelolaan Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di Surat Utang Negara per 18 Februari 2010 mencapai Rp 119,13 triliun. Angka itu meningkat hampir Rp 4 triliun dalam 18 hari.

Helmi menambahkan, posisi fiskal Indonesia juga sepertinya masih aman dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki porsi utang setara dengan Indonesia.

Namun jika ada perubahan pos Menteri Keuangan dengan adanya reshuffle, maka kemungkinan pada awalnya akan menimbulkan ketidakpastian seputar bagaimana Indonesia mempertahankan catatan kehati-hatian fiskal yang sudah tercapai dalam 5 tahun terakhir.

"Mungkin juga akan ada revisi ekspektasi tentang seberapa cepat pemerintah bisa berhasil dalam reformasi," imbuh Helmi.

Helmi menilai hingga saat ini tidak ada pengaruh besar dari hasil Pansus Century pada risiko fiskal. Ada mekanisme institusi untuk menjaga kebijakan fiskal tetap pada jalurnya.

"Risiko melebarnya ketidakpastian sejauh ini minimal dan semestinya tetap seperti itu sepanjang inflasi masih bisa dikontrol," jelas Helmi.

Fraksi-fraksi DPR telah memberikan pandangannya masing-masing atas hasil penyelidikan yang telah dilakukan atas skandal bail out Bank Century. Berikut ringkasannya.

  • FPD : Berkesimpulan tindakan penyelamatan Bank Century sudah benar.
  • FPDI Perjuangan : Boediono dan Sri Mulyani sebagai pihak yang bertanggung jawab. Kedua nama tersebut, oleh PDIP, diminta segera diproses secara hukum.
  • FPKS : menilai ada indikasi korupsi dalam kasus Century. Dalam proses merger, pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan pemberian Penyertaan Modal Sementara (PMS), PKS menyebut beberapa nama yang harus bertanggung jawab wajib diserahkan kepada proses hukum.
  • Fraksi Golkar : setali tiga uang dengan dua fraksi sebelumnya. Meski diawal hanya menyebut inisial saja, toh di akhir fraksi ini dengan tegas membeberkan kepanjangan seluruh inisial nama-nama tersebut.
  • FPAN : menyebut ada penyimpangan dalam Bank Century. meminta agar manajemen dan pemegang saham Bank Century diproses secara hukum. Namun keberaniannya cuma sampai di titik tersebut. Tidak ada nama, yang secara gamblang disebut PAN.
  • FPPP : meminta seluruh aparat penegak hukum di negeri ini mau menindaklanjuti pihak-pihak terkait. Namun PPP hanya mau menyebut posisi yang dimaksud tanpa ada penjelasan secara detil.
  • FPKB  : menilai tidak ada yang salah dalam bailout Bank Century. Jika tidak dilakukan, menurut PKB, Indonesia bahkan bisa terkena krisis keuangan.
  • Fraksi Gerindra : menyebutkan dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak-pihak dalam kasus Bank Century. Gubernur BI, Ketua KSSK, Ketua UKP3R, dan Deputi Gubernur BI,sebagai pihak yang diduga terlibat tindak pidana tertentu.
  • Fraksi Hanura : meminta Boediono yang saat itu menjadi Gubernur BI bahkan diminta agar dibawa ke Mahkamah Konstitusi. Boediono yang kini menjadi wapres, oleh Hanura, tidak akan bisa diproses melalui hukum biasa.

Pansus Century rencananya akan membacakan kesimpulan atas hasil pandangan fraksi-fraksi pada 2 Maret pekan depan. Berbagai kalangan termasuk industri perbankan dan pasar modal berharap proses politik atas bailout Bank Century ini segera berakhir sehingga ada kepastian.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads